Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Bisnis & Ekonomi · 10 Feb 2022 08:53 WIB ·

Ridwan Kamil Resmikan 2 Objek Wisata CPUGG di Sukabumi


 Ridwan Kamil Resmikan 2 Objek Wisata CPUGG di Sukabumi Perbesar

Aktivitasnusantara.Com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan dua area wisata di Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG) Kamis (10/2/22) keduanya yakni Pantai Karanghawu di Kecamatan Cisolok yang telah di tata, dan Curug Sodong di Kecamatan Ciemas yang juga telah direvitalisasi.

Dalam kesempatan itu Emil mengatakan, peningkatan perekonomian diharapkan tumbuh dengan berbagai penataan kawasan wisata yang dilakukan, sehingga dapat menimbulkan rasa nyaman bagi pengunjung.

“Dengan fasilitas seperti ini, Insyallah  ia menjelaskan penataan dua kawasan yang menggunakan anggaran Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu merupakan komitmen pihaknya kepada UNESCO.

“UNESCO itu kan memberi deadline untuk penataan, jangan sampai kita hanya minta gelarnya saja tapi tidak ada bukti penataan-penataan dan perbaikan fasilitas, Nah inilah komitmen Pemprov Jabar bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, satu persatu fasilitas disempurnakan, direvitalisasi untuk mempertahankan gelar Unesco Global Geopark yang sertifikasinya ada umurnya,” bebernya.

Ia berharap, perekonomian di selatan Jawa Barat Khususnya Kabupaten Suka bumi semakin maju dengan kawasan pariwisata yang dimiliki, Emil pun berharap, Covid-19 semakin surut dan kabupaten Sukabumi menjadi destinasi wisata alam terbaik, terbesar, dan go Internasional di Jawa Barat.

“Di Jawa Barat 80 persen kasus omicron itu munculnya di Bodebek dan Bandung 20 persennya tersebar di 21 Kota dan Kabupaten yang jumlah nya tidak terlalu banyak, rata-rata masih dibawah 200 atau 300, tapi kalau Bandung itu sudah di atas 1000- an,” paparnya.

Kendati begitu Emil mengingatkan agar kewaspadaan tetap harus ditingkatkan sehingga kasus tidak melonjak signifikan, pentingnya aplikasi peduli lindungi dan pemakaian masker menjadi hal yang paling penting sangat diperlukan.

“Tidak perlu ada penyekatan, yang penting pada saat orang-orang itu sampai ada sebuah prosedur untuk memastikan orang yang datang dia sudah di vaksin dua kali dan memiliki PeduliLindungi jadi silahkan Pembelajaran Tatap Muka, ambil keputusan sesuai situasi saja, Jabar itu terlalu luas jadi bagi di Depok contohnya itu sudah diturunkan tinggal 25 persen Bandung juga sama,” ungkapnya.

“Tapi daerah-daerah tadi yang 20 persen yang tersebar di 20-an kabupaten dan kota, kalau tidak ada kasus signifikan PTM lanjut saja karena sudah 2 tahun anak-anak sekolah online,” pungkasnya. (Mia)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Tanpa Agunan PT Binamitra Mandiri Solusion Rekomendasi Untuk Jasa Penerbitan Bank Garansi dan Surety Bond

20 Juli 2023 - 19:43 WIB

Ratusan Peserta Meriahkan Lomba Kicau Mania Sumardi Cup 1 Kota Bengkulu

19 Juni 2023 - 03:04 WIB

Ellisa Food Vloger, Ajak Masyarakat Liburan ke Pontianak

16 Juni 2023 - 19:02 WIB

Begini Potret Andi Noer Selebgram Inspiratif Asal Sulawesi Utara

12 Mei 2023 - 01:47 WIB

Iyang Anggraeni Perempuan Inspirasi Indonesia

9 Mei 2023 - 18:26 WIB

Initip Potret Adit Selebgram Asal Lahat Populer Se-Sumsel

8 Mei 2023 - 16:40 WIB

Trending di Bisnis & Ekonomi