Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Bengkulu · 7 Apr 2022 23:09 WIB ·

Teuku DPRD Kota Bengkulu Tanggapi Viral Video Pernyataan Kepala BI, “Ternyata Videonya Itu Hoaks”


 Dewan Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain Perbesar

Dewan Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain

Kota Bengkulu, Aktivitasnusantara.Com– Anggota DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain angkat bicara mengenai video viral pernyataan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu Joni Matsius diakun tiktok @jurnalistiktok212 yang menyebut tata kelola pemerintahan di Bengkulu jelek semua dan pemerasan pelayanan di Kota Bengkulu nomor satu.

“Jadi Kepala BI itu bikin video begitu ternyata videonya itu hoaks. Jadi niatnya itu untuk memburuk-burukkan Pemerintah Kota Bengkulu,” kata Teuku dalam keterangannya, Kamis (7/4/2022).

Video Pernyataan Kepala BI

Menurut Teuku, tidak baik dan tidak etis Kepala BI menyampaikan pernyataan yang ia nilai tendensius, karena BI adalah bank Central yang fungsinya mengatur tentang moneter yang ada di Indonesia termasuk BI di daerah.

“Tidak baik Kepala BI seperti itu, karena yang namanya BI itu adalah Bank Central yang fungsinya mengatur tentang moneter yang ada di Indonesia, termasuk juga BI-BI di Daerah. Nah Kepala BI ini cenderung apakah tendensius? Apa tujuannya? Apakah dia politisi? Memburukkan pemerintah berarti dia kan memburukkan kepala daerah, apakah dia politisi, apakah LSM?,” demikian Teuku.

Diberitakan sebelumnya, belakangan ini viral sebuah video pendek diakun tiktok @jurnalistiktok212 yang diketahui merupakan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu Joni Marsius. Dalam video berdurasi 1 menit 58 detik Joni Marsius menyebut tata kelola pemerintahan di Bengkulu jelek semua.

“Saya mau menceritakan sedikit terkait dengan kondisi diagnosik yang berkaitan dengan pengelolaan. Kita itu Provinsi Bengkulu berada di rangking ya anda lihat sendiri deh yang sudah dilingkari, indeks tata kelola pemerintah kita rendah, indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan tata kelola pemerintahan rendah, orang terlalu gak puas orang Bengkulu terhadap tata kelola dan pemerintahan,” kata Joni Marsius dalam video yang beredar, Kamis (7/4/2022).

Masih dalam video Joni Marsius mengatakan “Indeks ini didapat dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ya bukan kita yang melakukan, kita hanya mengutip saja. Nah ini tanda-tanda ya, sudahlah jelek-jelek semua, ditata kelola pemerintahan kita juga belum baik. Ayo sama-sama pastinya kan temen-temen di Pemda ingin memperbaiki, tapi mau gak mau juga harus dibantu oleh temen-temen wartawan untuk memperbaikinya, menyarankan perbaikan kalau ya kalau kritik membangun juga bagus,” jelas Joni Marsius.

Lanjut dalam video Joni Marsius menyatakan “jadi ini ya orang yang di survei KPK, pemerasan pelayanan itu, Kota Bengkulu itu nomor satu, delapan belas di indeksnya ya. Terus diatasnya yang menganggap mereka itu dimintain suap atau gratifikasi kalau berurusan dengan pemerintahan itu. Kita itu kalah dengan Sumatera Utara ya, kita pada posisi kedua, ini penting ya, ini kan informasi yang ada diluar sana kita gabung,” demikian Joni dalam video yang beredar.

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Helmi Hasan Asal Lampung Tak Kuat Lagi di Bengkulu!! Warga Beralih Ke Dempo

10 Mei 2024 - 13:06 WIB

Kemenangan Golkar di Bengkulu Tanda Jelas Bukti Keberhasilan Rohidin Mersyah Memimpin

7 Mei 2024 - 13:06 WIB

Calon Bupati Lebong, Romio Parnandes Ambil Formulir ke Demokrat

22 April 2024 - 20:47 WIB

Sefty Yuslina Ajak Insan Media Bukber di Hotel Tanjung Karang

1 April 2024 - 23:41 WIB

Ramai Beredar gambar odang Sefty Kito di grup whatsapp, Rahmad Widodo : PKS secara resmi belum menentukan sikap.

27 Maret 2024 - 16:43 WIB

Sumardi Dukung Penuh Gubernur Rohidin Lanjutkan Kepemimpinan

15 Maret 2024 - 15:33 WIB

Trending di Bengkulu