Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Bengkulu · 30 Jul 2022 10:07 WIB ·

Rangkaian Festival Tabut Bengkulu 2022 Dimulai, Pamit Rajo Agung Digelar


 Pembukaan Festival Tabut 2022.(Doc:My) Perbesar

Pembukaan Festival Tabut 2022.(Doc:My)

Aktivitasnusantara.Com-Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri lepas ritual ambik tanah Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen pada Prosesi Pamit Rajo Agung (Berpamitan dengan Raja) dalam rangkaian Festival Tabut Provinsi Bengkulu Tahun 2022, di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jum’at (29/07) malam.

Sekda Hamka Sabri mengatakan, atas Pamit Rajo Agung yang dilakukan KKT Bencoolen, Pemprov Bengkulu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Kita memberikan apresiasi karena secara hirarkinya sebelum melakukan rangkaian ritual Tabut, mereka pamit dengan Rajo Agung (Gubernur Bengkulu). Kami menerima dengan baik kemudian memberikan izin untuk memulai rangkaian dengan mengambil tanah,” ungkap Hamka Sabri usai makan bersama dengan KKT Bencoolen di Rumah Rajo Agung.

Ketua KKT Bencoolen Syafril menjelaskan, memeriahkan Festival Tabut Bengkulu Tahun 2022, selaku pelaksana inti sambut Tahun Baru Islam/ bulan Muharram, pihaknya menyampaikan permintaan maaf jika banyak kekurangan dalam pelaksanaan.

Hal ini mengingat lantaran 2 tahun tidak melaksanakan kegiatan Festival Tabut secara terbuka akibat pandemi COVID-19, sehingga persiapan yang ada terbilang belum maksimal.

“Kami dari KKT Bencoolen minta maaf jika banyak kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan selama 10 hari ke depan di bulan Muharram ini,” jelas Syafril.

Syafril juga menegaskan bahwa tidak ada unsur syirik atau keramat dalam rangkain prosesi ritual Tabut Bengkulu.

“Jadi tidak ada mantra di prosesi ini, yang ada salam atau sholawat kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW dan memanjatkan do’a kepada Allah SWT,” terangnya.

Lebih lanjut Syafril menjelaskan, seperti halnya prosesi mengambil tanah, yang merupakan simbolisasi bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.

“Hal ini mengingatkan semua orang akan mengalami kematian, tidak ada yang abadi. Dan kaitannya dengan Tabut, pada waktu Husein masih kanak-kanak, dipangku oleh Rasulullah lalu kemudian datanglah Malaikat Jibril membawa berita dari Allah SWT bahwa Husein ini nanti akan wafat di suatu tempat bernama Padang Karbala,” demikian kisah Syafril.(My)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Gebrakan Kuliner di Tangerang! Lubuak Idai Raya Resmi Dibuka, Sajikan Masakan Padang yang Bikin Ketagihan!

13 Juli 2024 - 04:44 WIB

Dapat Dukungan masyarakat,Pasangan Bakal Calon Bupati Lebong Romio Parnandes Dan Wilyan Bachtiar, Akan Deklarasi Bulan Ini!!

3 Juli 2024 - 11:39 WIB

Mahasiswa Kesos Unib dan Lazisnu Lakukan Mitigasi Bencana Lansia

27 Juni 2024 - 18:30 WIB

Para lansia sedang mendengarkan materi tentang kesiapsiagaan terhadap bencana (foto:Himaks)

Sumardi Kombes Sampaikan Ini, Untuk RSUD M Yunus!!

27 Juni 2024 - 09:09 WIB

Berikut Penjelasan Ariyono Gumay, Terkait Laporan Rahmat Thamrin ke Bawaslu Provinsi

26 Juni 2024 - 15:18 WIB

Tim Panahan PERPANI Provinsi Bengkulu di KejurProv Sumatera Selatan 2024

25 Juni 2024 - 00:58 WIB

Trending di Bengkulu