Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Bengkulu · 5 Sep 2022 21:42 WIB ·

Polisi Tembak Polisi Terjadi Kembali Hingga Tewas


 Polisi Tembak Polisi Terjadi Kembali Hingga Tewas Perbesar

Aktivitasnusantara.Com-Peristiwa polisi tembak polisi kembali terulang. Merasa tersinggung polisi yang bertugas sebagai Kanit Provos menembak mati seorang Bhabinkamtibmas.

Kejadian ini kembali membuat heboh publik tanah air, khususnya di Lampung Tengah.

Apalagi masyarakat masih menyoroti kasus Ferdy Sambo dan kematian Brigadir J.

Sementara itu, Polda Lampung langsung melakukan konferensi pers, Senin 5 September 2022.

Dalam keterangannya, Kabis Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Arsyad mengungkapkan motif peristiwa penembakan hingga menewaskan anggota Bhabinkamtibmas.

Dikatakan bahwa motif penembakan oleh pelaku yang juga kanit provos akibat tersinggung dengan omongan korban di grup Whatsapp (WA).

“Pelaku merasa tersinggung sebab korban sering menjelek-jelekhan pelaku dan keluarganya. Seperti menyebutkan istri pelaku belum bayar arisan. Jadi tersangka emosi,” kata Kabid Humas Polda Lampung didampingi Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya.

Akibat ketersinggungan dan emosi yang tidak terbendung tersebut yang menyebabkan Aipda RH melakukan penembakan terhadap Aipda Ahmad Karnain.

Sementara itu, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya menambahkan, ketersinggungan pelaku juga dilatarbelakangi chat di grup WhatsApp.

Bahwa di Grup WhatsApp tersebut, korban menyebut istri tersangka belum bayar arisan online.

Hal itu, memicu kemarahan tersangka hingga melakukan penembakan.

“Tersangka melihat sendiri di grup WA bahwa korban mengatakan istrinya belum membayar arisan online,” kata AKBP Doffie yang pernah menjabat Kapolres Kuningan, Senin, 5, September 2022.

Doffie  menjelaskan, setelah membaca di group WA tersangka selalu memikirkan korban.

Kebetulan malam itu Minggu 4 September 2022 sekitar pukul 19.30 WIB, tersangka sedang piket di kantor.

Di saat bersamaan, tersangka ditelepon oleh istrinya yang mengaku sakit panas sehingga memutuskan untuk pulang.

Saat perjalanan pulang, tersangka mengingat omongan korban yang sering menjelek-jelekan dirinya.

Lantas tersangka memutuskan untuk mendatangi rumah korban.

Setiba di rumah korban, ternyata korban sedang duduk di depan rumah.

Tersangka memanggil korban.

Korban hendak membuka gerbang untuk mendatangi tersangka.

Ternyata tersangka langsung menembakan senjatanya.

Satu kali tembakan tepat mengenai dada kiri korban.

Korban sempat berlari masuk ke rumah, namun korban terjatuh tepat di depan istri dan anak istrinya.

Kasus polisi tembak polisi di Lampung Tengah tersebut telah diekspos polisi ke publik, hari ini, Senin, 5, September 2022.

Artikel ini telah terbit di radarlampung.co.id dengan judul: Tersinggung karena Istrinya Disebut Belum Bayar Arisan Online jadi Motif Polisi Tembak Polisi.(Merzan)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Ambil Berkas di PKB, Tim Rohidin Optimis PKB Bengkulu Membersamai Perjuangan Pilkada

16 Juli 2024 - 16:40 WIB

Gebrakan Kuliner di Tangerang! Lubuak Idai Raya Resmi Dibuka, Sajikan Masakan Padang yang Bikin Ketagihan!

13 Juli 2024 - 04:44 WIB

Dapat Dukungan masyarakat,Pasangan Bakal Calon Bupati Lebong Romio Parnandes Dan Wilyan Bachtiar, Akan Deklarasi Bulan Ini!!

3 Juli 2024 - 11:39 WIB

Mahasiswa Kesos Unib dan Lazisnu Lakukan Mitigasi Bencana Lansia

27 Juni 2024 - 18:30 WIB

Para lansia sedang mendengarkan materi tentang kesiapsiagaan terhadap bencana (foto:Himaks)

Pembukaan HANI CUP Soppeng 2024, Ketua KONI Soppeng Harap Jadi Wadah Pemberdayaan Potensi Olahraga Futsal

27 Juni 2024 - 12:34 WIB

Sumardi Kombes Sampaikan Ini, Untuk RSUD M Yunus!!

27 Juni 2024 - 09:09 WIB

Trending di Bengkulu