Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Advertorial · 1 Okt 2022 11:22 WIB ·

Pasien Skizofrenia di RSKJ Soeprapto Bengkulu Capai 1390


 Danirul Sanadi, Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan.(Doc:Adv) Perbesar

Danirul Sanadi, Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan.(Doc:Adv)

Aktivitasnusantara.Com-Skizofrenia penyakit terbesar yang paling banyak ditemukan di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu. Berdasarkan data RSKJ tahun 2021, pasien rawat inap yang mengidap penyakit skizofrenia unspesifik mencapai 1390 pasien.

“Berdasarkan data diagnosa medisnya memang kategori yang paling banyak ditemukan itu ialah Skizofrenia. Skizofrenia ini adalah jenis gangguan jiwa berat, biasanya ditandai dengan halusinasi, gangguan dari proses pikir, atau mungkin ngomongnya sudah kacau,” kata Danirul Sanadi, selaku Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan, Sabtu (01/10/2022).

Setelah Skizofrenia Unspesifik, penyakit terbanyak kedua ialah skizofrenia paranoid berjumlah 177 pasien, menyusul penyakit Skizoafektif Disorder sebanyak 31, dan Acute and Phisikotic Disorder sebanyak 30.

“Selain dari penyakit skizofrenia, RSKJ ini juga menangani beberapa penyakit lain, seperti penderita depresi berat, gangguan kecemasan tingkat tinggi, penyakit yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba dan lain lain,” kata Danirul.

Terkait pelayanan untuk penyembuhan pasien RSKJ memberikan tim terpadu yang terdiri dari beberapa elemen seperti dokter, perawat, psikiater, psikolog, bidan, gizi dan semua profesi yang dianggap perlu untuk penyembuhan pasien.

“Saat ini kami juga sudah menyediakan sosial lokker untuk para pasien yang akan pulang. Jadi pasien yang sudah agak sembuh itu kami beri keterampilan, dan juga kami menyadiakan okupasi terapi, kami juga menyediakan spek terapi atau terapi wicara, yang berkerja itu multiprofesi, sengaja banyak yang mendampingi pasien agar pasien bisa cepat sembuh dan bagus,” tambah Danirul.

Untuk mengoptimalkan kesembuhan total dari pasien di RSKJ ini juga menjalin kerja sama dengan beberapa dokter dari luar, seperti dokter penyakit dalam, dokter saraf, spesialis patologi dan radiologi.

RSKJ juga melakukan penambahan tenaga medis seperti perawat dan bidan. Saat ini jumlah pasien rawat inap yang ada di RSKJ Bengkulu ini berjumlah 3452 orang yang dibagi menjadi beberapa ruangan. Ruangan IPC berjumlah 1349, Murai 541, Merpati 536, Camar 508, Rajawali 121, Kutilang 124, Anggrek 249, Vip 20 dan Buterfly 4.

Pasien ini datang dari latar belakang yang berbeda, ada yang disebabkan oleh masalah ekonomi, tuntutan pekerjaan, narkoba, kekerasan dalam rumah tangga dan lain lain.

3452 pasien rawat inap ini datamg dari Provinsi Bengkulu dan beberapa dari luar Provinsi seperti Lubuk Linggau, Lampung Barat.

Ditambahkan Danirul, selain pasien rawat inap, RSKJ juga melayani pasien rawat jalan. Saat ini jumlah pasien rawat jalan di RSKJ sebanyak 9.320 orang.

Biaya Konsultasi Mulai Rp 20 Ribu Sementara itu Hadi Widodo selaku Kepala Bagian Penerima Pasien menyampaikan, untuk alur masuk pasien RSJK itu harus didaftarkan dulu dengan nominal Rp 20 ribu per konsultasi.

Setelah itu diperiksa langsung oleh dokter untuk diketahui penyakitnya. Untuk masyarakat setelah diperiksa dan diketahui penyakitnya apa maka akan dimasukan sesuai dengan kelasnya masing masing.

Kelas III itu pembiayaanya Rp 100 ribu/hari, Kelas II Rp 120/hari, dan Kelas I Rp 150/hari. Sedangkan untuk pasien BPJS pembayaran itu dihitung Per paket Diagnosa dengan nominal 2-3 juta.

Ketika Tenaga Medis RSJK menemukan pasien yang merusak dan tidak terkendali lagi walaupun sudah dikasih obat pasien terpaksa dikurung. Jika memang situasinya tidak terkendali tenaga medis terpaksa mengikat kaki dan tangan pasien dengan tali kain dan tetap memperlakukan pasien dengan baik dan sesuai martabat kemanusiaan. Dalam mengikat pasien pun harus selalu dikendori agar tidak menyakiti pasien. .(Adv)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Terkait Kasus Penculikan,Rustam Penasehat Hukum Terdakwa Menilai Ada Yang Janggal

14 Juni 2024 - 00:53 WIB

Gerindra Siap Dukung Romio Parnandes Maju di Pilkada Lebong 2024

7 Juni 2024 - 18:53 WIB

Menginspirasi Nur Janah Silvia “Generasi Muda Harus Produktif”

7 Juni 2024 - 08:46 WIB

Romi berpeluang Besar memenangkan Pilkada Lebong 2024 berdasarkan Survey Golkar,Terima Hasil Survei di Kantor Pusdeham Jakarta

1 Juni 2024 - 15:45 WIB

Romio Parnandes Sayangkan Statement Bupati Lebong Tolak Aktivitas Hauling PT.JAMBI RESOURCES !!

21 Mei 2024 - 11:46 WIB

Helmi Hasan Asal Lampung Tak Kuat Lagi di Bengkulu!! Warga Beralih Ke Dempo

10 Mei 2024 - 13:06 WIB

Trending di Bengkulu