Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Bengkulu · 25 Okt 2022 08:31 WIB ·

Langgar Komitmen, Agro Jabar Harus Lunasi Pembayaran Peserta Program Petani Milenial Jabar


					Langgar Komitmen, Agro Jabar Harus Lunasi Pembayaran Peserta Program Petani Milenial Jabar Perbesar

Aktivitasnusantara.Com-Bandung – Program Petani Milenial Jawa Barat dianggap merugikan oleh peserta yang pernah terlibat dalam program tersebut.

Berdasarkan keterangan narasumber yang juga sebagai peserta program tersebut mengatakan dirinya dirugikan oleh pemerintah Jawa Barat dalam hal ini Agro Jabar.

Program Petani Milenial yang bercita-cita mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian daerah Jawa Barat justru malah menambah beban sebagian masyarakat.

Berikut keterangan Muhammad Khofif

Kejadiannya di Balai Benih Hortikultura, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung barat

Muhammad Khofif menceritakan saat ikut terlibat dalam program petani milenial Jawa Barat.

“Kronologisnya petani milenial yang berjumlah 20 orang yang terpilih termasuk saya diminta mengajukan pinjaman sebanyak 1M kepada bank BJB, dan dijamin oleh pihak agro jabar,”terang Muhammad Khofif.

“Lalu dari hasil kredit tersebut, sebanyak sekitar 80% dibelikanlah Indukan ke Minaqu. Setelah itu kita sebagai peserta diminta untuk memperbanyak tanaman indukan tersebut untuk menjadi anakan yang nantinya akan dijual kepada Minaqu,”lanjut Muhammad Khofif.

Kemudian ia melanjutkan, dengan terjualnya anakan yang kita produksi yang sudah melebihi target, seharusnya utang senilai 1M itu lunas bahkan menghasilkan margin.

Namun kata Muhammad Khofif utang tersebut tak kunjung dibayarkan sehingga saat ini dirinya dan 19 orang temannya dianggap memiliki pinjaman.

Hal tersebut terjadi menurut Muhammad Khofif pihak Minaqu tidak membayar kewajibannya kepada pihak Agro Jabar.

“Seharusnya Agro Jabar tetap membayar tunggakan karena itu kewajibannya sebagai avalis.

“Agro jabar mengiyakan bahwa membayar ke bank BJB adalah kewajiban mereka. Tetapi di kepemimpinan direktur yang baru, Agro Jabar menolak untuk menunaikan kewajibannya membayar ke BJB,”jelas Muhammad Khofif.

Diketahui, Agro Jabar merupakan BUMD Jabar sebagai penjamin kredit usaha rakyat Serta Minaqu sebagai Offtaker penyedia indukan dan penerima hasil panen.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Akademisi Muda : Duet H. Suwardi Haseng dan Selle Ks. Dalle sangat Ideal di Pilkada Soppeng

22 Juli 2024 - 14:28 WIB

Masalah Honorer dan KJP, Heru Budi Dibela Jaringan Pemuda Jakarta

21 Juli 2024 - 20:12 WIB

Pengusaha Undang Sumbaga, Sampaikan Rohidin-Meri Kandidat Kuat Dan Layak Pimpin Bengkulu

19 Juli 2024 - 12:14 WIB

Ambil Berkas di PKB, Tim Rohidin Optimis PKB Bengkulu Membersamai Perjuangan Pilkada

16 Juli 2024 - 16:40 WIB

Gebrakan Kuliner di Tangerang! Lubuak Idai Raya Resmi Dibuka, Sajikan Masakan Padang yang Bikin Ketagihan!

13 Juli 2024 - 04:44 WIB

Dapat Dukungan masyarakat,Pasangan Bakal Calon Bupati Lebong Romio Parnandes Dan Wilyan Bachtiar, Akan Deklarasi Bulan Ini!!

3 Juli 2024 - 11:39 WIB

Trending di Bengkulu