Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Bengkulu · 1 Des 2022 07:57 WIB ·

Gabriel, “Begini Pola Pengasuhan Dan Interaksi Orang Tua Dengan Anak”


 Gabriel Dwiki Bremanda Tarigan, M.Psi Clinical Psychologiest RSKJ Soeprapto Bengkulu.(Doc:My) Perbesar

Gabriel Dwiki Bremanda Tarigan, M.Psi Clinical Psychologiest RSKJ Soeprapto Bengkulu.(Doc:My)

Aktivitasnusantara.Com- ALAM pengasuhan anak tentu akan memiliki dampak terhadap perkembangannya, oleh sebab itu orang tua dalam memberikan pengasuhan kepada anak tidak dapat sembarangan dan berhati-hati dalam mendidik, karena anak akan memiliki dampak yang akan membentuk suatu karakter pada dirinya hingga nanti ia menjadi orang dewasa.

Biasanya orang tua memiliki 2 ciri yang paling umum dalam tugas pelaksanaan pengasuhan (parenting style) yaitu demandingness dan responsiveness.

Demandingness merupakan suatu bentuk orang tua yang memberikan tuntutan tuntutan atau keinginan kepada anak yang menjadikan anak sebagai bagian dari keluarga, harapan saat anak dewasa, disiplin, hingga perilaku menghadapi suatu permasalahan, dan semua faktor itu dikendalikan (kontrol) oleh orang tua.

Berbeda dengan responsiveness, yaitu suatu bentuk orang tua yang tanggap dalam memberikan pengasuhan, sehingga responsiveness akan membimbing kepribadian anak, pengaturan diri, dan kebutuhankebutuhan anak yang lainnya, sehingga bentuk dari responsiveness seperti penerimaan, suportif kepada anak, pemberian afeksi, dan penghargaan.
Hal ini juga di dasari oleh teori psikoso￾sial yang dikemukakan oleh Baumrind, yang menggolongkan 4 tipe pola asuh sebagai gabungan dari kedua hal di atas, yaitu authoritative (otoritatif), authoritarian (otoriter), permissive (permisif), rejectingnegelcting (penolakan/ tidak peduli).

Bentuk pengasuhan permisif biasanya paling sering dilakukan oleh orang tua yang terlalu baik, memberikan kebebasan yang berlebihan, menerima dan memaklumi perilaku yang dilakukan oleh anak, hingga sedikitnya memberikan tanggung jawab dan keteraturan pada anak. Orang tua seperti ini akan selalu memenuhi apapun kebutuhan si anak, membiarkan anak mengatur diri nya sendiri, tidak terlalu mematuhi kebutuhan dan perkembangan eksternal, dan jika hal ini terjadi secara terus menerus dan secara berlebihan setiap waktunya maka akan menjadi bentuk pengasuhan neglecting (penolakan/ tidak peduli) terhadap anak.

Gaya pengasuhan otoriter yang diberikan orang tua, akan selalu ingin membentuk, mengontrol, dan meminta anak untuk sesuai dengan aturan standar di rumah.

Otoriter merupakan pengasuhan yang
menekankan bahwa otoritas yang paling
tinggi, yaitu dimana kepatuhan anak merupakan hal yang paling di utamakan. Setiap pelanggaran yang di lakukan oleh anak maka tidak akan luput dari pemberian hukuman.(My)

Artikel ini telah dibaca 130 kali

Baca Lainnya

Pengusaha Undang Sumbaga, Sampaikan Rohidin-Meri Kandidat Kuat Dan Layak Pimpin Bengkulu

19 Juli 2024 - 12:14 WIB

Ambil Berkas di PKB, Tim Rohidin Optimis PKB Bengkulu Membersamai Perjuangan Pilkada

16 Juli 2024 - 16:40 WIB

Gebrakan Kuliner di Tangerang! Lubuak Idai Raya Resmi Dibuka, Sajikan Masakan Padang yang Bikin Ketagihan!

13 Juli 2024 - 04:44 WIB

Dapat Dukungan masyarakat,Pasangan Bakal Calon Bupati Lebong Romio Parnandes Dan Wilyan Bachtiar, Akan Deklarasi Bulan Ini!!

3 Juli 2024 - 11:39 WIB

Mahasiswa Kesos Unib dan Lazisnu Lakukan Mitigasi Bencana Lansia

27 Juni 2024 - 18:30 WIB

Para lansia sedang mendengarkan materi tentang kesiapsiagaan terhadap bencana (foto:Himaks)

Sumardi Kombes Sampaikan Ini, Untuk RSUD M Yunus!!

27 Juni 2024 - 09:09 WIB

Trending di Bengkulu