Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun Bela Gubernur DKI, Waket DPD RI Sebut UMP DKI Adil dan Proporsional

Bengkulu · 18 Jun 2022 09:10 WIB ·

Bersama Komunitas Mangrove Gubernur Bengkulu Rohidin Menikmati Senja di Kampung Jenggalu


 Gubernur Bengkulu bersama Komunitas Mangrove sedang menikmati Wisata di Kampung Jenggalu. (Dok: Mayasari) Perbesar

Gubernur Bengkulu bersama Komunitas Mangrove sedang menikmati Wisata di Kampung Jenggalu. (Dok: Mayasari)

Aktivitasnusantara.Com-Gubernur Rohidin juga diajak berkeliling menggunakan perahu, untuk mengitari sekitar Sungai Jenggalu yang diinisiasi menjadi pusat edu-ekowisata tanaman mangrove.

“Sepanjang pesisir sungai memang sedang difokuskan untuk dibangun, salah satunya Kampung Jenggalu Kito. Diinisiasi oleh pemerhati lingkungan, tentu menjadi suatu hal yang sangat positif,” ujarnya.

Lebih lanjut, langkah konservasi hutan mangrove dan pemanfaatan mangrove untuk menjadi produk olahan, seperti dodol (gelamai), peyek, maupun olahan minuman seperti teh dari daun mangrove.

“Tahap-tahap awal pengenalannya tentu butuh waktu, namun seiring jalan pasti dapat menjadi nilai ekonomi. Yang lebih penting, tentu kawasan ini terkonservasi dengan baik dan masyarakat mendapat nilai tambah kawasannya menjadi destinasi wisata,” terang Gubernur.

Terakhir, lanjut Rohidin, untuk promosi wisata di kawasan ini di era sekarang (4.0) tentu tidak terlalu sulit, apalagi jika kawasan tersebut unik, bagus, dan menarik. Pasti, wisatawan nantinya akan datang dengan sendirinya.

“Dimanapun tempat wisata, untuk tahap awal pasti butuh waktu. Namun, teman-teman mungkin bisa menjadwalkan kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan, air, ataupun terkait dengan mangrove coba dipusatkan di sini,” kata Rohidin.

Sementara, salah satu penggiat mangrove Atuk Mar mengungkapkan dirinya bersama komunitas Latun sedang berupaya menginisiasi kawasan muara Jenggalu untuk menjadi lokasi edu-ekowisata mangrove.

“Kampung Jenggalu Kito (KJK) akan menjadi pusat edu-ekowisata tanaman mangrove, yang dalam beberapa tahun ini terus dipromosikan dan alhamdulillah respon pemerintah sangat baik,” terangnya.

Di samping itu, masyarakat sekitar juga sudah dilibatkan, mulai dari edukasi tanaman mangrove, hingga masyarakat turut mencari bibit mangrove di sekitar sungai yang kemudian hasilnya dihargai 50 ribu per karung.

“Alhamdulillah masyarakat di sini sangat baik, dan sudah paham pentingnya mangrove untuk kehidupan di pesisir pantai. Semoga tujuan kita untuk menjadikan kawasan ini sebagai edu-ekowisata mangrove terus berlanjut dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak,” pungkasnya.

Dari sisilain, disampaikan oleh kepala BPKP Bengkulu, Iskandar Novianto, M.Si., Ak., C.Fr.A, CA, y.
“Saya pribadi sangat mendukung, hal-hal seperti ini, terutama itu adalah karya-karya yang dilakukan oleh masyarakat kelas bawah, ini bisa lakukan pembinaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat pengerak UMKM, dapat memiliki nilai jual yang baik” ujarnya. (Mayasari)

 

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

KPID Bengkulu dan Pemprov Bengkulu Raih Penghargaan dari KPI Pusat

27 November 2023 - 15:13 WIB

Sudirman DPRD Provinsi Bengkilu Laksankan Reses Masa Sidang Akhir, Begini Aspirasi Warga di Dapilnya

27 November 2023 - 09:07 WIB

Tokoh Pemuda Romio Parnandes Sampaikan Sejumlah Harapan di Momen HUT Bengkulu ke 55

18 November 2023 - 07:14 WIB

Makna Hari Sumpah Pemuda bagi Generasi Milenial dalam Mewujudkan Cita-cita Bangsa

30 Oktober 2023 - 04:09 WIB

Perguruan Tinggi Sebagai Laboratorium dalam Penguatan Moderasi Agama; Sebuah Refleksi Peringatan Hari Santri Nasional 2023

21 Oktober 2023 - 06:57 WIB

PKS Rejang Lebong Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

8 Oktober 2023 - 08:53 WIB

Trending di Bengkulu