Menu

Mode Gelap
Afina Ramadhanah Anak Berprestasi Asal Makassar Soppeng Ketua DPD RI Sebut Ormas Penting Sebagai Penghubung Aspirasi Publik Gubernur Dinilai Tidak Serius Tanggapi Perihal Musorprov KONI Di Hadapan Wakil Bupati Se-Bengkulu, Sultan Minta Eksekutif Tidak Baper Jika Diawasi Proyek PGE Hulu Lais Habiskan Anggaran Rp 3,5 Triliun

Bengkulu · 9 Agu 2022 13:15 WIB ·

Berkeliaran, Babi Hutan Ganggu Aktifitas Penerbangan di Bengkulu


 Berkeliaran, Babi Hutan Ganggu Aktifitas Penerbangan di Bengkulu Perbesar

Aktivitasnusnatara.Com-PT Angkasa Pura (AP) II Kantor Cabang Bandara Fatmawati Bengkulu menemukan bahwa masih ada babi hutan yang suka berkeliaran di landasan pacu pesawat.

Hal tersebut tentu saja mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Fatmawati Bengkulu. Executive General Manager PT AP II Kantor Cabang Bandara Fatmawati Bengkulu, Ngatimin K Murtono mengatakan, pihaknya sering mendapatkan laporan bahwa babi hutan masih sering berkeliaran di landasan pacu pesawat.

Hal tersebut tentu saja dapat membahayakan pesawat yang ingin mendarat dan lepas landas.

“Kami terima laporan masih ada babi hutan di sekitar area Bandara Fatmawati Bengkulu,” kata Armin, Selasa (9/8/2022).

Armin mengaku, laporan tersebut diterima oleh pihaknya dari menara Bandara Fatmawati Bengkulu bahwa terdapat babi yang berkeliaran di sekitar Bandara.

Sehingga menyebabkan kerawanan kecelakaan terhadap pesawat yang berada di Bandara Fatmawati Bengkulu.

“Jadi menara pengawas di Bandara Fatmawati rutin melaporkan jika ada aktivitas makhluk hidup disekitar area landasan pacu pesawat, termasuk babi hutan,” ujar Armin.

Armin menambahkan, biasanya jika ada babi yang berada di area landasan pacu Bandara Fatmawati, petugas menara akan menginfokan kepada maskapai pesawat yang akan mendarat serta meminta bantuan petugas di lapangan untuk melakukan pengusiran. Hal itu dilakukan agar pendaratan pesawat tidak menemukan kendala yang berarti.

“Jadi kalau ada babi hutan di area landasan pacu biasanya langsung diinfokan ke maskapai dan petugas kami pasti langsung melakukan pengusiran,” tutur Armin.

Meski begitu, Armin mengaku, tindakan pengusiran terhadap babi hutan hanya bertahan beberapa waktu. Sebab babi hutan akan kembali lagi ke sekitar area landasan pacu jika aktivitas bandara sedang sepi. Oleh sebab sebab itu, Armin meminta bantuan dari komunitas pemburu babi dari Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

“Kami tidak mungkin mengusir babi, karena mereka pasti kembali lagi nanti, oleh sebab itu kami minta bantuan ke komunitas berburu babi di daerah,” ujar Armin.

Lebih lanjut Armin mengaku, aktivitas buru babi yang dilakukan oleh komunitas ini dilakukan setiap sebulan sekali. Bahkan pada Juli 2022 lalu, komunitas ini berhasil mendapatkan sebanyak 6 ekor babi hutan di sekitar area Bandara Fatmawati Bengkulu.

“Ini rutin kami lakukan agar tidak ada babi hutan lagi di area Bandara Fatmawati Bengkulu,” tutupnya.(My)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Pengusaha Undang Sumbaga, Sampaikan Rohidin-Meri Kandidat Kuat Dan Layak Pimpin Bengkulu

19 Juli 2024 - 12:14 WIB

Ambil Berkas di PKB, Tim Rohidin Optimis PKB Bengkulu Membersamai Perjuangan Pilkada

16 Juli 2024 - 16:40 WIB

Gebrakan Kuliner di Tangerang! Lubuak Idai Raya Resmi Dibuka, Sajikan Masakan Padang yang Bikin Ketagihan!

13 Juli 2024 - 04:44 WIB

Dapat Dukungan masyarakat,Pasangan Bakal Calon Bupati Lebong Romio Parnandes Dan Wilyan Bachtiar, Akan Deklarasi Bulan Ini!!

3 Juli 2024 - 11:39 WIB

Mahasiswa Kesos Unib dan Lazisnu Lakukan Mitigasi Bencana Lansia

27 Juni 2024 - 18:30 WIB

Para lansia sedang mendengarkan materi tentang kesiapsiagaan terhadap bencana (foto:Himaks)

Sumardi Kombes Sampaikan Ini, Untuk RSUD M Yunus!!

27 Juni 2024 - 09:09 WIB

Trending di Bengkulu